Aku merindukanmu.
Sungguh, aku telah mengatakannnya seribu kali. Kalau saja aku bukan pelupa, bisa lebih dari itu.
Aku benar-benar merindukanmu.
Jumat, 07 Agustus 2015
Hei kamu!
Selasa, 04 Agustus 2015
tes
Ketika Aku Jatuh Cinta
Ketika aku jatuh cinta,
Mohon jangan jatuhkan aku sejatuh-jatuhnya sekalipun ia adalah jodoh dunia-akhiratku,
Mohon jangan biarkan aku menjadikannya idolaku nomor satu,
Dan
Mohon jangan biarkan aku menjadikannya pujaanku nomor satu,
Karena aku ingin hanya Kau yang paling abadi dihati ini, karena aku tidak ingin lupa padaMu, karena aku tidak ingin lalai menyebutMu, karena aku tidak ingin menjadikanMu sebagai nomor dua.
Senin, 27 Juli 2015
Tanpa Jeda - Bab 6
Bintang-bintang Origami
Jumat, 24 Juli 2015
Tanpa Jeda - Bab 5
“Do I Look Okay?”
Selesai makan Syila menyeret Radian ke dalam aktivitas membosankan bagi sahabatnya itu. Sebuah toko pakaian perempuan di lantai tiga menjadi tempat pertama untuk memenuhi “list to do” Syila di Mall. Di dalam sana Syila sibuk mencari pakain yang cocok untuk acara spesialnya besok. Sebenarnya Syila tidak begitu hobi belanja, tapi khusus kali ini dia berlaku seperti cewek-cewek pada umumnya. Ia sibuk mengabsen isi toko sementara Radian hanya duduk di bangku yang ada di salah satu sudut toko.
Kamis, 23 Juli 2015
Tanpa Jeda - Bab 4
Tanpa Jeda - Bab 3
Tanpa Jeda - Bab 2
Tanpa Jeda - Bab 1
Rabu, 22 Juli 2015
Rabu, 22 Juli 2015
Oh hai!
Aku sedang sibuk-sibuknya tak tau arah. Sebentar lagi jadwalnya sidang 1 TA tapi bab 2.2 ku bahkan belum di-acc. Sebentar lagi usiaku 22 tapi aku bahkan belum bisa menggapai cita-citaku sejak kecil. Jangankan menggapai, menyuilpun belum. Oh tapi bukan berarti aku tak menyentuhnya loh! Dan akuuu ah entahlah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku merasa begitu jenuh dengan semua usaha-usaha yang biasa kulakukan. Aku merasa goal tak juga tercetak padahal aku sudah berusaha. Aku tidak tahu. Aku tidak tahu. Aku bingung. Dan aku ingin menangis. Tapi aku tidak ingin menjadi orang yang cengeng. Menjadi pemarah sudah cukup buatku. Aku tak mau tampak semakin rapuh. Aku tak mau. Meski nyatanya aku rapuh.
Sabtu, 18 Juli 2015
Belum Tahu
Cinta Sejati
Selasa, 14 Juli 2015
Buat Kamu yang Gampang Mencap Orang-Orang "Baper"
Terus saja sepelekan perasaan orang lain.
Terus saja sepelekan kecewanya orang lain.
Terus saja sepelekan marahnya orang lain.
Terus saja sepelekan sensitivitas orang lain.
Sampai nanti kamu kenal dengan rasanya disepelekan dan aku hanya bisa mengucapkan, "selamat, kamu lagi disuruh belajar".
Jumat, 10 Juli 2015
Untitle :p
Aku tidak tahu akan seperti apa jadinya setelah aku melepasmu. Tapi aku tahu, setiap air mata yang jatuh tidak selalu berarti kesenduan.
Selasa, 07 Juli 2015
Semalam
Seseorang yang selalu kunantikan.
Seseorang yang selalu menambah harapan-harapanku.
Tapi aku bingung.
Padahal aku sering berharap bisa bertemu lagi dengannya.
Atau minimal bisa dihadirkan wajahnya di dalam mimpiku.
Padahal aku sering sekali bertanya apakah aku masih punya kesempatan untuk bertemu lagi.
Padahal aku sering membayangkan akan seperti apa kalau nanti kami bertemu lagi.
Nyatanya, semalam semuanya berjalan biasa-biasa saja.
Ketika terbangun, tak ada 'senyum-senyum tak sadarkan diri' lagi seperti biasanya.
Tak ada lagi rasa rindu yang malah semakin menggebu seperti biasanya.
Tak ada lagi gundah yang merusak kinerja harianku.
Lalu benakku bertanya.
Apakah sudah tidak ada cinta lagi diantara kami?
Ah, aku tahu diriku ini seperti apa.
Apakah rindu-rindu sudah terbalas lewat mimpi semalam?
Ah, aku tahu berapa lama aku sudah menabung rindu untuknya.
Sabtu, 04 Juli 2015
Pikirku
Aku dan kamu. Kupikir memang ditakdirkan untuk bersama, berjalan bersebelahan, dan saling bahu-membahu.
Kita hanya perlu sedikit berjuang.
Ya, hanya sedikit.
Karena dunia terlalu luas untuk secuil kebersamaan dari dua insan.
Kelak bahu-membahu akan menjadi keseharian kita.
Maka sekarang kita harus menempanya dulu agar kokoh bahu-bahu kita, agar mampu untuk menopang.
Kita hanya perlu sedikit berjuang.
Ya, hanya sedikit.
Karena tidak pernah ada pelajaran yang kecil dari sebuah perjuangan.
Jangan mudah lelah.
Jangn menyerah.
Aku pikir kita memang harus bersama.
Maka tidak perlu kita sibuk peduli pada semua rintangan.
Karena kupikir kita memang ditakdirkan untuk bersama, berjalan bersebelahan, dan saling bahu-membahu.
Seorang Laki-Laki yang Aku Cintai
Aku punya seorang laki-laki yang aku cintai, yang sengaja kusediakan tempat di dalam hatiku.
Seorang laki-laki yang tidak tahu bahwa perempuan adalah jagonya menanti.
Tidak pernah ada kata maaf yang terlontar dari mulutnya padahal telah membuatku tersungkur dalam rindu.
Seorang laki-laki yang tidak pernah bisa mendengar teriakanku karena semua hanya kujelaskan melalui tetesan-tetesan air mataku.
Seseorang yang selamanya tidak akan pernah tahu bahwa dirinya sangat sulit untuk kulupakan meski aku telah mencoba menutup pintu hati yang kusediakan untuknya.
Seseorang yang kelak harus tahu bahwa dia sangat tidak beruntung ketika aku akhirnya benar-benar melepasnya.
Seseorang yang ketika aku telah melepasnya, hanya akan berakhir menjadi memori. Memori yang pelan-pelan kelak akan kehilangan detail demi detail seiring bergulirnya waktu.
Sabtu, 27 Juni 2015
Teman Baru
Rabu, 03 Juni 2015
Teruntuk Bangpud
Bangpud, kamu apa kabar?
Baik-baik ya di sana.
Hahaha tau nih tiba-tiba pengen liat.
Aku kayaknya kangen sama kamu.
Eh tapi nggak berarti apa-apa loh.
Aku pengen banget ketemu kamu lagi tapi apa iya bakal baik-baik aja kalo kita ketemu lagi?
Kalo denger lagunya RAN yang judulnya Dekat di Hati tuhhhh ya kamu yang aku inget.
Kadang aku berharap cerita "Kupu-Kupu dalam Perut" nyata. Tapi ya kamunya nggak musti sakit keras lahhhh, jangan!
Kamu kalo ngeliat aku, inget nggak ya?
Sabtu, 23 Mei 2015
Seperti
Seperti bumi yang sangat bergantung pada langit. Seperti itulah aku kepadaMu.
Seperti bulan yang selalu membutuhkan matahari untuk bisa memancarkan cahaya. Seperti itulah aku kepadaMu.
Seperti kaki-kaki manusia yang selalu ditemani gravitasi bumi agar tetap dapat berpijak. Seperti itulah aku kepadaMu.
Ya, seperti itulah aku dan hidupku yang tidak mampu jauh dariMu ya Allah :)
Kamis, 14 Mei 2015
Semoga Dikabulin Allah. Aamiin :)
Jadi ceritanya hari ini gue habis dengerin cerita temen gue yang pengajar Pramuka. Trus ujung-ujungnya cerita tentang naik gunung. Abang gue juga ikutan nimbrung. Dan dia bilang, dia juga dulu sering naik gunung. Terus gue inget sama temen-temen gue yang lain, yang juga udah pernah naik gunung. Sekalipun cuma sekali misalnya. Trus jadinya sekarang, malam ini, setelah dengerin cerita mereka, setelah inget-inget temen-temen gue yang udah pernah naik gunung, GUE JADI PENGEN NANGIS. SUMPAH PENGEN NANGIS. NGGAK BOHONG. NGGAK DRAMA. MAU BANGET NAIK GUNUNG. BUKAN BUAT KELIATAN KEREN BERJIWA ADVENTURER TAPI PENGEN BANGET NONTON DAN NIKMATIN KEAJAIBAN CIPTAAN ALLAH DI SANA. Karena yang gue tau, yang gue denger, yang gue liat di foto-foto, yang gue bayangin, pemandangan di sana indah banget :''''')
Tapi gimana mau naik gunung kalo naik ke curug di cilember aja bengek? Naik itu aja nggak bisa sampe puncak. Naik itu aja baru sebentar udah bengek?????? :"""""""(
Mau banget naik gunung. Mau ya Allah. Mau.......... :""""""""
Kamis, 07 Mei 2015
Jangan Drama
Jangan drama.
Hidup emang isinya masalah.
Hidup emang harus diisi sama perjuangan yang terasa tanpa henti.
Toh kamu tidak mau cepat mati kan?
Maka hiduplah. Lakukanlah.
Jangan drama.
Yang hidup susah banyak kok.
Kalo di atas langit masih ada langit, berarti di bawah tanah masih ada tanah kan? Ya atau minimal masih ada sesuatu untuk tetap berpijak, apapun bentuknya.
Jangan drama.
Hidup emang capek.
Tapi emangnya kamu pikir mati itu enak?
Mana enak kalo bobok di tanah bareng binatang tanah, ditanya-tanya malaikat, kedinginan, gelap, dan sendirian.
Jangan drama.
Coba deh dengerin lagunya Maliq yang judulnya dunia sekitar.
Jangan drama.
Cukup lakukanlah.
Tidak usah terlalu takut memikirkan hasil yang belum kelihatan.
Percaya aja sama quote yang bilang kalo hasil tidak akan mengkhianati proses.
Jangan drama.
Bukannya nggak boleh mengeluh.
Tapi toh orang yang kamu minta mendengarkan keluh kesahmu juga punya masalah dan kepusingannya sendiri.
Jangan drama.
Kamu tetep bisa mengeluh kok.
Tapi ya sama Allah, sebaik-baiknya tempat untuk mengadu.
Rabu, 06 Mei 2015
Merindukanmu
Caranya seperti kebanyakan orang, tetap menangis tersedu di atas ranjang meski tahu kamu tidak akan datang secepat aku menitikan air mata, semudah aku menyeka air mataku lalu menjatuhkan titik-titik lainnya yang sudah mengantri di pelupuk mata.
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu seperti laut yang tetap setia pada ombak, yang membiarkannya berdebum meski tahu sakitnya didebum ombak.
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu.
Aku merindukanmu.
Aku tahu, kamu tak punya waktu untuk merindukanku balik.
Oleh karena itu aku tidak meminta pada Tuhan agar kamu membalas rinduku.
Aku hanya meminta kepada Tuhan agar kamu di sana menemukan dunia yang indah dan selalu dalam keadaan baik.
Karena aku mampu menikmati rindu.
Karena aku mengerti bahwa rindu adalah tanda kalau kamu masih hidup di hatiku.
Cerpen: Cinta Tak Berbatas Nina
Minggu, 15 Maret 2015
A Little Thing Called Love
Warna-warni.
Seperti hidupku sejak kedatanganmu.
Terima kasih untuk semua perkenalan yang kamu berikan padaku.
Sekarang aku tahu bahwa hidup itu luas tapi takdir itu sempit.
Banyak liku namun ketika itu adalah takdir, pada akhirnya akan bersama juga.
Sekarang aku tahu bahwa warna adalah keindahan dalam hidup.
Sekalipun itu hitam, dia tetap warna yang memenuhi perjalanan panjang ini.
Sekarang aku tahu bahwa hidup bukan hanya soal apakah kamu mencintaiku atau tidak.
Sekalipun tidak dicintai, tetap saja itu cinta.
Maaf kukirim juga kepadamu.
Ada terlalu banyak hal dariku yang mengganggumu.
Mungkin menyebalkan untukmu, tapi taukah betapa hal itu telah membuatku bahagia.
Sedikt atau bahkan tidak ada kebahagianmu yang didapat dariku.
Tapi sungguh, betapa aku telah berusaha untuk bisa berbahagia bersamamu.
Mungkin tidak ada yang hal baik yang kau dapat dari kehadiranku.
Tapi sungguh, aku telah melakukan yang terbaik dariku.
Jumat, 30 Januari 2015
Cerpen: It's Ok, I Love You
Rabu, 28 Januari 2015
Mimpi Ngoyo Gue
Senin, 26 Januari 2015
Dear Allah...
I wrote this letter with all of my fatigue. When my heart was broken so much. When I feel like too tired to live but also afraid to die. I think I want to make a rebellion. But then... I remember that there is You always be here.










