Sabtu, 18 Juli 2015

Belum Tahu

Cinta Sejati

 

 

Ada yang bilang, manusia bisa jatuh cinta berkali-kali sebelum akhirnya bertemu dengan cinta sejatinya. Tapi Damar, seorang bocah laki-laki yang baru berusia 18 tahun merasa telah jatuh cinta untuk pertama kalinya dan yakin sekaligus terakhir kalinya. Berpuluh-puluh atau mungkin sudah beratus-ratus kali ia ditertawakan dengan keyakinannya itu. Tapi Damar sama sekali tidak punya niat untuk mundur pada cintanya yang penuh keyakinan itu.

Suatu hari ketika Damar berusia 13 tahun, ia bertemu dengan seorang perempuan berbaju seragam SMA yang sangat baik hati. Damar tidak tahu apa tujuan perempuan itu tapi Damar yakin yang dilakukannya itu tulus. Lalu dua bulan berikutnya Damar kembali bertemu dengan perempuan itu. Perempuan itu masih dengan kegiatan yang sama. Tapi kali itu Damar memberikannya julukan "malaikat". Bukan hanya karena senyumnya yang menggetarkan hati Damar tapi juga takdir yang terjadi karena perempuan itu. Damar berjanji, seumur hidup dia akan selalu mengingat perempuan itu dan menjadikannya perempuan beruntung karena dirinya. Dan sejak hari itu Damar mendeklarasikan bahwa perempuan itu adalah cinta sejatinya, yang kelak akan mencitainya juga dan harus menjadi teman hidupnya, yang akan selalu dijaganya. Sekalipun ia tidak bisa menjangkaunya dari jarak dekat.

Selain menjadi seorang pengajar kesenian bagi anak jalanan di sebuah rumah singgah, kegiatan Damar lainnya adalah menjadi pengamen di bis. Ia putus sekolah sejak ia duduk di bangku kelas satu SMA semester dua. Selain kesulitan ekonomi, ia juga sudah tidak punya keinginan untuk bersekolah. Melihat teman-teman seumurannya yang mampu menghasilkan uang tanpa sekolah membuat Damar lebih memilih menjadi pengamen.

Entah bisa disebut beruntung atau tidak perempuan itu dicintai oleh seorang Damar. Selain kenyataan-kenyataan tadi, fakta lainnya adalah Damar hanya seorang anak miskin yang sudah yatim piatu dengan tanggungan seorang adik perempuan berusia dua tahun lebih muda darinya, Dinar namanya. Sebagai seorang anak yang terlahir dari keluarga miskin Damar pun semakin tidak punya apa-apa setelah ibunya meninggal dan melengkapi titlenya dari yatim menjadi yatim piatu. Tapi Damar beruntung, dia punya banyak teman jadi dia tidak susah sendiri. Apalagi setelah bertemu Bang Jigor yang sekarang mengangkat ia dan adiknya sebagai keluarga.

Bang Jigor bukan orang kaya tapi ia mampu mengangkat Damar dan Dinar. Ia adalah salah satu anak jalanan yang sudah dianggap senior jadi untuk urusan mengamen, Bang Jigor akan mendapatkan hasil lebih dari pengamen lainnya jadi bisa untuk membiayai hidup bertiga Damar dan Dinar. Tidak ada anak jalanan di wilayah A yang berani menentang Bang Jigor. Perawakannya yang bertubuh gemuk dan tinggi membuat anak jalanan junior mudah kehilangan nyali saat berhadapan dengannya. Ditambah lagi Bang Jigor pernah memenangkan pertarungan dengan ketua geng anak jalanan wilayah B dua tahun lalu yang akhirnya membuat Bang Jigor semakin terkenal kuasanya.

Untuk informasi, Bang Jigor juga salah satu orang yang menertawakan Damar atas cintanya pada perempuan berjulukan malaikat. Ia hampir tidak pernah absen mengudarakan tawa kerasnya tiap kali Damar bicara tentang cintanya pada perempuan itu.

...

Sementara itu di kehidupan lainnya ada Rara. Seorang gadis berusia 22 tahun yang sedang sibuk melanjutkan studi S2 sambil bekerja di sebuah perusahaan besar di Jakarta. Hampir mirip dengan Damar, Rara juga merasa sudah menemukan cinta sejatinya sejak bertahun-tahun lamanya sebelum hari ini. Hanya bedanya Rara tidak begitu yakin laki-laki yang dicintainya akan men

Tidak ada komentar:

Posting Komentar