Selasa, 07 Juli 2015

Semalam

Semalam aku memimpikan seseorang yang sudah lama tak kutemui.
Seseorang yang selalu kunantikan.
Seseorang yang selalu menambah harapan-harapanku.
Tapi aku bingung.
Padahal aku sering berharap bisa bertemu lagi dengannya.
Atau minimal bisa dihadirkan wajahnya di dalam mimpiku.
Padahal aku sering sekali bertanya apakah aku masih punya kesempatan untuk bertemu lagi.
Padahal aku sering membayangkan akan seperti apa kalau nanti kami bertemu lagi.
Nyatanya, semalam semuanya berjalan biasa-biasa saja.
Ketika terbangun, tak ada 'senyum-senyum tak sadarkan diri' lagi seperti biasanya.
Tak ada lagi rasa rindu yang malah semakin menggebu seperti biasanya.
Tak ada lagi gundah yang merusak kinerja harianku.
Lalu benakku bertanya.
Apakah sudah tidak ada cinta lagi diantara kami?
Ah, aku tahu diriku ini seperti apa.
Apakah rindu-rindu sudah terbalas lewat mimpi semalam?
Ah, aku tahu berapa lama aku sudah menabung rindu untuknya.

Atau mungkin,
Sudah saatnya kami saling lepas dari ikatan kasat mata ini.
Sudah saatnya aku berhenti menabung rindu.
Sudah saatnya mengganti daftar tujuan kebahagianku.
Oh waktu...
Bergulir tanpa pikir.
Mengalir tanpa hilir.
Berjalan apa adanya, mengantar manusia pada ketidaksadaran.
Iya, mungkin aku memang tidak sadar.
Bahwa waktu telah merubahku.
Bahwa waktu telah lelah membiarkanku menggunakannya hanya untuk menabung rindu.
Semalam,
Mungkin adalah awal yang harus kumulai dengan kata terima kasih dan selamat tinggal kepadanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar