Rabu, 31 Desember 2014

2015 Umur Bumi

21:58
Ini malam tahun baru. Banyak bunyi petasan dimana-mana. Jedar-jeder padahal belum juga jam dua belas malam.
Malam ini udaranya asik banget karena dari tadi siang hujan terus jadi angin sisa-sisa ujannya masih ada. Pokonya adem. Dan gue suka. Dan gue lebih excited ngerayain malam tahun baruan sambil tidur-tiduran kayak avertebrata, baca novel, nonton di laptop, dan ngetik-ngetik unyu (gila random banget kegiatan gue).
Tadinya sedikit bete karena rencana malam tahunan bareng anak-anak kampus gagal karna tuan rumahnya malah pulang kampung. Tapi begitu dapet suasana adem begini, gue bersyukur bisa ngabisin tahun baruan kayak sekarang ini. Nikmat banget sis~~ Alhamdulillah.

Mungkin buat sebagian orang malam tahun baru adalah malam yang perlu dirayain besar-besaran, ngabisin uang sejutaan buat beli petasan gede, sibuk bikin bara buat bakar-bakaran, touring rame-rame sambil nge-yel-yel nggak jelas yang ujungnya malah tawuran, dan lain-lainnya. Tapi buat gue, malam tahun baru itu cuma simbolik aja sih kalo 365hl hari itu udah berlalu. Gue pribadi punya pemikiran sendiri tentang pergantian tahun.
Entahlah, kenapa gue punya pola pikir setua ini... menurut gue pergantian tahun itu artinya umur bumi bertambah. Umur bumi bertambah, berarti bumi makin tua. Kalo makin tua, berarti jatah umurnya makin berkurang (karna gue rasa manusia dan bumi itu sama, sama-sama punya limit). Kalo umur bumi makin berkurang, artinya 'kehancuran' bumi makin dekat.
Ada ketakutan tersendiri kalo inget sisa umur (meski nggak tau berapa sisanya, yang pasti makin ceat berganti ya makin dikit sisanya). Takut aja gitu kalo nanti nggak sempat ngapa-ngapain. Takut aja gitu kalo 'diumur yang tua' tapi masih belum menghasilkan apa-apa. Takut aja gitu selama menjalani waktu yang makin menua ini ternyata gue useless dan terlalu banyak wasting the time. So gais, the conclusion of everything I said here adalah coba deh renungin lebih dalam lagi arti pergantian tahun. Kurang-kurangin hura-huranya, toh sekarang banyak sodara kita yang lagi tertimpa musibah. I think akan lebih baik kalo kita ngerenungin apa aja yang udah kita lakuin selama ini. Perbaiki apa yang kemarin nggak baik, kembangin apa yang kemarin udah baik. Karena penyesalan datang di akhir itu klise dan diselimuti penyesalan adalah perasaan terburuk (apalagi kalo udah nyesel dan nggak bisa berbuat apa-apa). Habis ngerenungin, sebaiknya mulai deh atur apa-apa aja yang perlu dilakukan untuk memanfaatkan sisa umur bumi ini (biasanya sih orang-orang pada bikin resolusi *au deh tuh pada dilaksanain atau nggak resolusinya hahahaha*). Setelah itu jalanin apa adanya dengan penuh motivadi dan energi positif yang lebih banyak dibanding tahun kemarin.

Selamat datang 2015. Selamat datang harapan-harapan baru. Semoga kita selalu menjadi manusia yang 'tetap manusia' tapi lebih baik dari hari ke harinya. Aamiin. Berkah ya gais tahun 2015nya!

Senin, 29 Desember 2014

Sedikit Tentang Kamu dan Hidup

Aku sering mendengar kamu ingin hidup, kamu ingin panjang umur, kamu ingin bahagia.

Tapi...

...kenyataannya adalah kamu sama sekali tidak mau berteman dengan masalah.

Kamu terlalu takut mengemban beban di pundak.
Kamu terlalu pengecut untuk menghadapi masalah.

Kamu bilang kamu ingin hidup lama.

Tapi...

...kamu bahkan membenci kehidupan yang kamu punya ketika apa yang kamu inginkan tak ada dalam hidupmu.

Kamu bilang kamu ingin hidup panjang umur.

Tapi...

...kamu tidak benar-benar kenal 'dunia' kehidupan.

Kamu bilang kamu ingin hidup bahagia.

Tapi...

...sayangnya kamu lupa bahwa buah yang manis harus susah payah dipilih benihnya, perlu berkotor-kotor menanamnya, ribet merawatnya, dan perlu waktu yang tepat untuk memanennya.

Coba kamu renungkan lagi.
Coba rubah doamu menjadi lebih realistis.
Bisa memanfaatkan apa yang kamu punya, aku rasa lebih baik dari pada kamu menuntut hidup lama tapi tak mau berteman dengan masalah, menuntut bahagia tapi tidak sekali pun ingin susah, sulit, sedihnya.

Aku tahu, ketika aku menuliskan sedikit quote nanti, kamu akan bilang kamu sudah tahu. Jadi aku tidak akan memintamu untuk mengetahuinya tapi mengingatnya, mengecamnya, menjadikannya bagian dari pola pikirmu.
"Seperti halnya dihari ulang tahun, hidup juga selalu punya banyak kejutan. Kita tidak pernah tahu bentuk kejutan seperti apa yang kita dapat. Tapi setiap kejutan selalu punya maksud baik."

Kamis, 25 Desember 2014

Bersama Jingga - Part 1

Bersama Jingga
Ada sangat banyak manusia yang kita temui di dunia ini. Tapi hanya satu yang benar-benar kita butuh dan inginkan kehadirannya. Yaitu dia yang jika kita bersamanya, kita akan merasa jadi lebih baik.

Lima tahun sudah Haris di sini. Di sebuah kota yang menjadi jantung negara. Sebuah kota dengan segenap kepelikan tapi sekaligus kemewahan yang ditawarkan. Jakarta. Sejak kejadian sore itu Haris memutuskan untuk meninggalkan Yogyakarta, tempat ia lahir, tumbuh, dan berkembang. Selain untuk kuliah, Haris juga memutuskan untuk tinggal bersama ibunya di Jakarta, meninggalkan bapak dengan keluarga barunya.
Menyelesaikan S1 dengan program kejar target, yaitu hanya 3,5 tahun, membuat Haris sekarang sudah bekerja sambil melanjutkan S2 selama 1,5 tahun di sebuah perusahaan besar. Dan karena kecakapannnya dalam bekerja, sekarang Haris sudah naik pangkat menjadi kepala bagian divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia di kantornya. Sekarang Haris sudah bisa membiayai hidupnya dan juga ibu dengan uangnya sendiri.
Di tahun pertamanya tinggal di Jakarta, Haris sempat ingin sekali kembali lagi ke Yogya. Baginya Jakarta terlalu kejam. Dia hampir merasa sakit setiap harinya. Banyak sekali orang-orang berbahaya di sekitarnya. Tapi dia kemudian bangkit dan terus bertahan di Jakarta karena teringat kalimat-kalimat seorang perempuan, seorang perempuan yang dulu sangat disayanginya.

Sabtu, 13 Desember 2014

Di Suatu Senja Kita

Mike selalu suka senja.

Adalah senja saat langit tidak sepenuhnya biru dan tidak sepenuhnya hitam. Ada semburat merah, oranye, dan mencilak. Indah adalah satu kata yang menggambarkan senja bagi setiap orang. Tapi bagi Mike senja tidak hanya menggambarkan keindahan. Bagi Mike, senja juga menggambarkan kebahagiaannya. Apalagi senja setiap hari Sabtu. Dalam satu minggu, hanya senja dihari Sabtulah satu-satunya senja yang menggambarkan keindahan sekaligus kebahagiannya. 

Dihari Sabtu Mike bisa mendapatkan dua senja sekaligus. Langit berwana-warni mencilak dan sesosok gadis mungil dengan kulit kecoklatan yang selalu berdampingan dengan tawa pembawa energi positif adalah senja yang sempurna bagi Mike.


Mike selalu suka senja. Tapi tidak tahu kalau senja yang kali ini. 


Jumat, 05 September 2014

Cerpen: Banjir Marigold

Banjir Marigold
Ini dia pacarnya Kirana, namanya Pilar. Mereka sudah lima tahun menjalin hubungan dan sejauh ini semuanya hampir tidak ada yang berberubah dari sejak pertama mereka pacaran. Pilar masih dengan sikap-sikapnya yang harus dimengerti Kirana. Dan Kirana masih dengan sedikit keinginan-keinginannya yang seperti anak ABG.
Mereka sedang melintasi arena ice skating.
“Car main yuk car!” ‘Car’adalah cara mereka menggunakan panggilan sayang, yang diambil dari suku kata terakhir dari kata ‘Pacar’. “Aku pengen banget,” pinta Kirana sambil menunjuk-nunjuk arena ice skating dengan dagunya. Matanya berbinar persis seperti anak kecil merajuk minta permen.
“Nggak. Kamu nggak liat yang main anak kecil semua?” Pilar malah melangkah menjauhi arena ice skating.
“Itu ada anak SMA-nya kok…” ucap Kirana memelas. Seumur-umur dia belum pernah main ice skating jadi dia penasaran banget mau mencoba permainan itu.
“Dan kita udah bukan anak SMA lagi. Kita ke tempat makan aja!” Selalu saja ini yang dikatakan Pilar saat menolak keinginan-keinginan –yang dianggap bocah- Kirana.
“Okay.” Dan untuk kesekian kalinya Kirana tidak bisa memaksakan keinginan kekanak-kanakannya itu. Mau tidak mau Kirana pun mengikuti kemauan Pilar untuk meninggalkan arena ice skating dan pergi ke tempat makan. Ah lagi pula Kirana juga sudah mulai merasa lapar.
Tapi bukan Pilar namanya kalau mau bermanis-manis setelah menolak permintaan pacarnya. Lihat saja kelakuannya, sudah menolak Kirana sekarang malah jalan duluan. Kirana pun cuma bisa menggoyang-goyangkan tangannya yang hampa sambil manyun dan mencoba untuk mengerti. Pilar memang tidak suka mengumbar kemesraan di depan umum, seperti anak ABG saja katanya.
Tapi kadang… Kirana kan juga ingin seperti pasangan-pasangan ABG yang kalau sedang jalan tangannya digandeng.

Sabtu, 28 Juni 2014

The Shadow Troop -korban cinta diam-diam-

*np: inginku- yovie and nuno*
inginku bukan hanya jadi temanmu atau sekedar sahabatmu yang rajin dengar ceritamu… tak perlu hanya kau lihat ketulusan yang sebenarnya tak kusangkal kadang kuhilang kesabaran… bla-bla-bla-bla…

Nah ini! Lagu ini pas bangetlah buat kalian-kalian yang ngerasa kejebak sama yang namanya “friend zone”. Yang sahabatan lama terus malah jadi naksir sama sahabat sendiri tapi nggak bisa pacaran karena ngerasa udah comfort di zona pertemanan. Haha makanya jangan cari sahabat lawan jenis deh kalo kira-kira elo tipe yang gampang jatuh hati sama orang baik hati nan perhatian. Ya dari pada kejebak di friend zone ini kan? Nggak enak banget sumpah! *gitu sih kalo kata temen gue yang jadi korban friend zone*

Friendship near with relationship. Kalimat ini gue rasa cocok sih ya sama semboyan klise yang bilang kalo “Cewek dan cowok itu nggak akan pernah bisa sahabatan karena pada dasarnya cewek dan cowok itu ditakdirkan untuk saling berpasangan”. Banyak banget persahabatan yang berakhir jadi cinta. Enak emang kalo pacaran sama sahabat sendiri karena lo udah nggak perlu penyesuaian lagi, nggak perlu jaim-jaim lagi karena pasti udah saling tau deh tuh seger-busuknya, dan nggak perlu khawatir dia orang baik apa bukan karena lo udah tau gimana dia. Tapi… semua itu bakal jadi hal yang paling nggak enak, hal yang paling disesalin waktu lo akhirnya putus dan malah jadi kayak orang lain. Cinta zonk, persahabatan juga amsyong. </3

Kamis, 01 Mei 2014

Tentang Aku dan Kamu


Ini tentang kita.
Ah, maksudku tentang aku dan kamu.


Aku dan kamu mirip seperti dua kutub magnet yang sama.

Berada berjauhan dan tidak saling tarik menarik.


Tapi mungkin aku digerakan oleh 'seorang bodoh' yang memaksa agar dua kutub yang sama bisa saling tarik menarik.

Entah apa karena 'dia' tidak pernah belajar ilmu pengetahuan alam atau memang seorang pemimpi tukang paksa.

Sabtu, 19 April 2014

The Butterflies Have Lived Again


Aku tak pernah mengira ini akan terjadi lagi dalam waktu sesingkat ini, apalagi denganmu.

Rasanya seperti ada sesuatu yang kembali tidak beraturan, mengacau apa yang sudah menjadi kebiasaan.

Ritme itu bergerak lebih cepat, mirip seperti yang pernah aku rasakan dulu.

Tiba-tiba fokus pada luas kini menjadi sempit, hanya tertuju pada satu. Kamu.

Rabu, 16 April 2014

Cerpen: Tanpa Kalimat


                Aku terpaksa mengalihkan pandanganku dari layar handphone saat Satria berteriak memanggilku untuk yang ketiga kalinya. Barusan aku sedang menghitung hari di kalender handphoneku. Aku menghitung sisa hari yang aku miliki untuk menuju tanggal 16 April yang sudah kutandai. Sebenarnya tanpa perlu menghitung berulang kali seperti tadi pun aku sudah tahu kalau tanggal itu akan tiba dalam beberapa jam lagi saja. Entah aku harus senang atau sedih menyadari hari itu akan segera tiba.
                Aku. Bisa jadi adalah manusia bodoh yang sudah tahu itu model percintaan kuno tapi masih tetap saja terjebak di dalamnya. Aku sudah tahu menanti itu melelahkan tapi aku tetap saja melakukannya. Aku sudah tahu betapa mencintai seseorang yang tidak pernah berbicara denganku adalah sia-sia tapi aku tetap saja melakukannya. Aku…