Aku tak pernah mengira ini akan terjadi lagi dalam waktu sesingkat ini, apalagi denganmu.
Rasanya seperti ada sesuatu yang kembali tidak beraturan, mengacau apa yang sudah menjadi kebiasaan.
Ritme itu bergerak lebih cepat, mirip seperti yang pernah aku rasakan dulu.
Tiba-tiba fokus pada luas kini menjadi sempit, hanya tertuju pada satu. Kamu.
Saraf tak lagi bisa kuatur. Ah mungkin bisa, tapi aku perlu kerja keras!
Deretan kalimat mendadak hanya secuil, jumlahnya makin lama makin kecil.
Garis tak lagi datar. Kini jadi melengkung, melengkung ke atas.
Rona yang hadir tak lagi berarti kemarahan.
Aku mulai belajar bersembunyi lagi, menyimpan lengkungan di sini.
Terima kasih telah menghidupkan mereka lagi.
Aku tahu, sekarang para kupu-kupu itu hidup kembali. Mengisi perutku bergerak kesana-kemari, mengatur semuanya sampai kadang aku bingung bagaimana harus kembali terkendali.
...
Ya, the butterflies have lived again.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar