Sabtu, 19 April 2014

The Butterflies Have Lived Again


Aku tak pernah mengira ini akan terjadi lagi dalam waktu sesingkat ini, apalagi denganmu.

Rasanya seperti ada sesuatu yang kembali tidak beraturan, mengacau apa yang sudah menjadi kebiasaan.

Ritme itu bergerak lebih cepat, mirip seperti yang pernah aku rasakan dulu.

Tiba-tiba fokus pada luas kini menjadi sempit, hanya tertuju pada satu. Kamu.

Rabu, 16 April 2014

Cerpen: Tanpa Kalimat


                Aku terpaksa mengalihkan pandanganku dari layar handphone saat Satria berteriak memanggilku untuk yang ketiga kalinya. Barusan aku sedang menghitung hari di kalender handphoneku. Aku menghitung sisa hari yang aku miliki untuk menuju tanggal 16 April yang sudah kutandai. Sebenarnya tanpa perlu menghitung berulang kali seperti tadi pun aku sudah tahu kalau tanggal itu akan tiba dalam beberapa jam lagi saja. Entah aku harus senang atau sedih menyadari hari itu akan segera tiba.
                Aku. Bisa jadi adalah manusia bodoh yang sudah tahu itu model percintaan kuno tapi masih tetap saja terjebak di dalamnya. Aku sudah tahu menanti itu melelahkan tapi aku tetap saja melakukannya. Aku sudah tahu betapa mencintai seseorang yang tidak pernah berbicara denganku adalah sia-sia tapi aku tetap saja melakukannya. Aku…