Sama
seperti orang-orang di luar sana, aku pun tidak tahu apa yang akan terjadi
dimasa depan. Satu-satunya hal yang aku tahu tentang masa depan adalah takdir
yang pasti terjadi, entah bisa diterima atau tidak. Lalu tentang takdir, aku
tahu pasti apa itu takdir. Yaitu sesuatu yang membawa kejutan. Dan aku ingin
mendapatkan kejutan yang indah.
Maka
inilah yang terjadi sekarang. Aku berdiri di atas pasir putihnya pantai yang
sedang dibalut langit oren senja, mengingat masa lalu sambil menunggu kedatangan
seseorang. Orang-orang bilang, ini indah tapi tidak juga bagiku karena
sebenarnya aku jauh lebih menyukai hutan ketimbang pantai.
Dia
yang menyukai pantai adalah Carissa, adik kelas di kampusku yang sering
dielu-elukan karena parasnya yang cantik dan prestasi akademiknya yang sangat
gemilang. Dia telah mempesona seluruh laki-laki dan sukses membuat iri seluruh
perempuan di kampusku dengan mematahkan teori “wajah cantik berbanding terbalik
dengan kemampuan otak”. Dan bukan hanya teman-temanku saja yang menyukainya tetapi
aku juga. Bedanya aku menyukai gadis itu bukan karena paras atau prestasi yang
dia miliki melainkan karena kebaikan dan ketulusan hatinya yang tidak sengaja
kusaksikan.