Kamis, 28 Januari 2016

Sesuatu Tentang Masa Depan


Sama seperti orang-orang di luar sana, aku pun tidak tahu apa yang akan terjadi dimasa depan. Satu-satunya hal yang aku tahu tentang masa depan adalah takdir yang pasti terjadi, entah bisa diterima atau tidak. Lalu tentang takdir, aku tahu pasti apa itu takdir. Yaitu sesuatu yang membawa kejutan. Dan aku ingin mendapatkan kejutan yang indah.
Maka inilah yang terjadi sekarang. Aku berdiri di atas pasir putihnya pantai yang sedang dibalut langit oren senja, mengingat masa lalu sambil menunggu kedatangan seseorang. Orang-orang bilang, ini indah tapi tidak juga bagiku karena sebenarnya aku jauh lebih menyukai hutan ketimbang pantai.
Dia yang menyukai pantai adalah Carissa, adik kelas di kampusku yang sering dielu-elukan karena parasnya yang cantik dan prestasi akademiknya yang sangat gemilang. Dia telah mempesona seluruh laki-laki dan sukses membuat iri seluruh perempuan di kampusku dengan mematahkan teori “wajah cantik berbanding terbalik dengan kemampuan otak”. Dan bukan hanya teman-temanku saja yang menyukainya tetapi aku juga. Bedanya aku menyukai gadis itu bukan karena paras atau prestasi yang dia miliki melainkan karena kebaikan dan ketulusan hatinya yang tidak sengaja kusaksikan.