Orang-orang bicara, menyebut-nyebut namamu
Tapi aku diam
Orang-orang bercerita, mengenang masa-masa bersamamu
Tapi aku diam
Orang-orang bubar, kembali ke kamar
Dan aku menangis, berbisik dengan hati yang penuh doa-doa baik
Ya, begitulah caraku merindukanmu
Jumat, 17 Februari 2017
Kangen Kamu
Kamis, 02 Februari 2017
Kamu Pulang
Pada pagi yang normal
Cerah
Langit biru dan awannya yang putih
Tak-tuk-tak-tuk, suara sepatu mereka yang hendak berangkat kerja
Atau riuh ibu-ibu di tukang sayur
Kita di dalam, dengan diam saling menyampaikan cinta
Lemah dan kuat adalah teman yang paling cocok, saling melengkapi, saling bahu-membahu
Lama kutunggu bunyimu
Aku bersabar
Membiarkanmu melepas lelah dan sakit
Namun detik terus berdetak
Dan aku semakin menginginkan bunyimu
Kulit kita saling bersentuhan
Tapi kamu pasif, diam, juga tanpa suara
Aku tahu kamu lelah jadi kubiarkan matamu tetap terpejam
Aku hanya ingin mendengar bunyimu
Hanya itu
Dan kamu hanya mengabulkannya lewat detak yang melambat
Pelan yang mengiris
Sekali lagi, aku ingin bunyimu
Yang dari mulutmu
Lupakah dulu kita sering saling bercerita?
Cerita sederhana yang seringnya tidak berkesinambungan
Aku merindukannya
Tidak apa kalau kita tidak saling sambung
Karena aku hanya ingin mendengar bunyimu, yang dari mulutmu
Hampir pukul sepuluh pagi
Suara sepatu meredup
Riuh ibu-ibu merendah
Dan kamu tetap pada diammu
Bahkan detak yang kau sampaikan bunyinya hampir samar
Seperti peraih mimpi, mencoba untuk pantang menyerah
Kulit-kulit kita saling bersinggungan
Namun malah membuat air-air ingin menetes
Mengapa kamu terlalu kokoh dengan pendirianmu?
Apa kamu tidak lagi merindukan celotehan kita?
Detik terus berdetak, sedikit lebih cepat dari detakmu yang lamban
Kubisikkan kalimat paling indah ke telingamu
Dan kamu menitikkan air mata
Kuusap pelan, sadar bahwa kamu juga merindukan kebersamaan kita
Sadar, tapi kamu tak bisa
Sambil kuhapus tetesmu, semakin keras kalimat itu kubisikkan
Pulanglah
Pada pagi yang normal
Cerah
Langit biru dan awannya putih
Dengan tanganku yang gemetar dan hatiku yang penuh banyak hal, kamu pulang.
--didedikasikan khusus untuk Mbah yang baru berpulang. H+1, apa kabar? :'''''